Setiap Masalah Pasti Bersama Jalan Keluarnya

 Allah Swt memberikan segala sesuatu secara tepat kepada kita. Termasuk ketika Dia memberikan ktia persoalan atau masalah, selalu hadir lengkap dengan jalan keluarnya.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah Saw bersabda, “Tidak akan berhenti ujian kesusahan dan penderitaan terhadap seorang mu’min dan mu’minat, baik yang menimpa dirinya sendiri, anak-anaknya, maupun hartanya, sehingga ia menemui Allah, meninggal dunia dalam keadaan tidak membawa satu dosa pun.” (HR. Tirmidzi).




Demikianlah hikmah datangnya ujian dan kesulitan yang datang menimpa kita. Adakalanya manusia diuji oleh Allah Swt secara terus-menerus atau bertubi-tubi. Hal itu tiada lain adalah akan mengurangi dosa-dosanya. Adapun makna dari hadits di atas adalah bahwa ketika seseorang ditimpa ujian demi ujian hingga tiba waktunya ia meninggal dunia, maka ketika itu ia meninggalkan dunia dalam keadaan bersih dari noda-noda dosa.

Begini Suasana Saat Gerbong Kereta Ini Penuh Lantunan Ayat Suci Al Quran




Sayup-sayup lantunan ayat-ayat suci Al Quran terdengar di gerbong kereta rel listrik (KRL) rute Parung Panjang-Tanah Abang. Suara tersebut berasal dari puluhan santriwati Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia Gunung Sindur, Bogor, yang sedang naik kereta tersebut.

Seperti dilansir dari koran Sindo, terdapat sekitar 80 santriwati yang naik KRL tersebut. Dengan memegang Al Quran kecil, mereka khusyuk membaca Al Quran. Suara mereka kadang kalah dengan suara kereta api. Namun lamat-lamat masih terdengar.

Para santriwati itu memang hendak pergi ke Bekasi untuk bersilaturahmi ke salah satu rekannya. ”Kami naik dari Serpong mau ke Bekasi, silaturahmi ke salah satu teman sekaligus khataman,” jelas salah satu santri bernama Jihan Afifah, lansir koran sindo.

Apa yang mereka lakukan itu, jelas Afifah, bukan perintah dari pimpinan ponpes. Namun berasal dari kebiasaan mereka. Sebagai santri di ponpes penghafal Alquran, lanjut Afifah, Alquran merupakan kitab suci yang tak bisa dilepaskan dari aktivitas hariannya.

Kejadian tersebut terjadi pada bulan Ramadhan di bulan Juni lalu, tepatnya pada Kamis (25/6/2015) siang.

Pendaftaran SNMPTN Tak Gratis Lagi








Pemerintah menarik subsidi biaya pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Tahun depan, para peserta dari jalur nasional ini diwajibkan membayar biaya pendaftaran SNMPTN.

Sekjen Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Ainun Naim mengatakan, selama ini calon mahasiswa digratiskan ketika mendaftar SNMPTN karena pemerintah menggelontorkan subdisi hingga Rp200 miliar. Namun untuk tahun depan subsidi tersebut ditiadakan sehingga SNMPTN akan sama seperti Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) yang dipungut biaya pendaftaran.





















"Untuk tahun depan tidak ada lagi kucuran dana untuk panitia SNMPTN sebesar Rp200 miliar," katanya kepada wartawan, Jumat (11/9/2015).

Penurunan anggaran itu terkait anggaran Kemenristek Dikti yang mengalami penurunan. Tahun depan anggaran yang diterima kementerian Rp37,9 triliun turun jauh dari Rp41 triliun yang diterima tahun ini.

Dari total anggaran yang Rp37,9 triliun itu tidak semuanya untuk urusan pendidikan tinggi. Tetapi Rp965,8 miliar di antaranya adalah untuk anggaran bidang riset dan teknologi di luar kampus.

Dengan penurunan anggaran itu, Ainun mengatakan, ada sejumlah kebijakan yang bakal dikoreksi. Di antaranya pembebasan biaya pendaftaran SNMPTN.

Dampak lain pengurangan anggaran Kemenristek Dikti adalah kuota penerima bantuan pendidikan mahasiswa miskin berprestasi (Bidik Misi) tidak mengalami penambahan.

Ainun mengatakan, tahun depan kuota mahasiswa baru penerima bidik misi tetap diangka 60.000 orang. Jumlah ini hanya menggantikan penerima bidik misi angkatan sebelumnya yang sudah lulus tahun depan.

Ospek Tidak Terlepas dari Istilah Senioritas




Kegiatan Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) selama ini tidak terlepas dari istilah senior, yunior, uji mental dan lain sebagainya. Ini tentu saja menjadi ‘catatan hitam’ bagi citra pendidikan Indonesia.

Lembaga pendidikan yang harusnya mendidik serta mengajarkan pengetahuan dan budi pekerti dalam mencetak kader penerus bangsa, malah membuka lembaran barunya dengan kekerasan dan perpeloncoan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Trisakti Hein Wangania mengatakan sesuatu yang berbeda. “Ospek Universitas Trisakti (Usakti), dimana dalam setiap kegiatan Pengenalan Program Studi Mahasiswa Baru (PPSMB) dan Pengenalan Program Studi dan Program Pendidikan (PPSPP) yang dilakukannya selalu mengusung tema yang ditujukan untuk membangun budaya tertib kampus,” kata Hein belum lama ini.

Ketimbang melakukan perploncoan yang mengarah pada kekerasan fisik, lanjutnya, Usakti justru mengisi masa orientasi mahasiswa dengan kegiatankegiatan yang lebih berbobot seperti Penyuluhan Anti Narkoba dan kegiatan Orientasi Reformis Muda Trisakti yang merupakan motivasi yang diberikan kepada mahasiswa baru untuk menunjukan nilai ketrisaktian dan bagaimana mahasiswa Trisakti itu seharusnya, dengan mendatangkan nara sumber dari Menteri- Menteri hingga alumni Usakti yang sudah mapan.

“Pada kegiatan PPSMB di kampus kami tidak ada kegiatan yang mengarah pada Bullying dan kekerasan. Itu sudah terlihat dari atribut yang dikenakan pada mahasiswa baru tidak menunjukan adanya perpeloncoan,” ujarnya.

Dijelaskan oleh Hein, dalam masa PPSMB Usakti, para mahasiswa baru tidak ada yang mengenakan atribut tidak wajar seperti memakai topi kerucut dari karton, memakai pot bunga plastik di kepala sebagai topi, mengikat sampah di pinggang, memakai dot balita, memakai karton di dada yang ditulis dengan nama hewan, memakai sepatu berbeda warna antara kaki kanan dengan kiri, dan atribut lain yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan.

Senada diungkapkan oleh Presiden Mahasiswa Usakti, Puri Andamas, dia menyebutkan dalam kegiatan PPSMB Usakti, mahasiswa baru hanya diwajibkan menggunakan seragam hitam putih saja, tanpa atribut-atribut yang aneh-aneh. (guh/jpnn)

Siapa Sahabat Terbaik Kita ?





Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh,
Sahabatku yang baik hati, semoga Allah mengaruniakan kepada kita kawan-kawan yang baik..

وَٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّہُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُ ۥ‌ۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡہُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا

قَلۡبَهُ ۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَٮٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُ ۥ فُرُطً۬ا

Empat Level Membaca Al-Quran

“Bacalah…”, “Iqra’…” Perintah pertama, wahyu pertama, dan kunci pertama Allah ajarkan untuk Nabi Muhammad SAW dan Umatnya. Apa artinya?



Ada arti yang luar biasa strategis diinginkan dengan agama Nabi Muhammad SAW ini. Untuk bisa lebih memahami pentingnya perintah membaca ini, mari kita bandingkan Umat Muhammad dengan umat-umat sebelumnya.

Untuk meyakinkan membuat Fir’aun dan kaum Nabi Musa, Allah menunjukkan kemukjizatan yang irasional, yaitu tongkat yang dapat berubah menjadi ular. Nabi Isa, Allah berikan kemampuan menghidupkan orang mati, membuat orang buta bisa melihat, menyembuhkan penyakit lepra yang di kala itu tidak dapat disembuhkan sama sekali. Bagaimana dengan Umat Muhammad SAW? Rasulullah bersabda:

“Tidak seorang nabi pun melainkan diberikan (mukjizat) yang membuat manusia beriman terhadap hal-hal seperti itu. Sedangkan yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan kepadaku. Dan aku berharap menjadi (nabi) yang paling banyak pengikutnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Mukjizat Nabi Muhammad SAW bukan hal-hal yang irasional. Nabi Muhammad mengajak umat manusia beriman atas dasar kerja akal dan proses berpikir rasional. Mari renungkan perintah Allah untuk membaca tersebut:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan pena, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Apa yang diperintahkan untuk dibaca? Tidak disebutkan dalam ayat tersebut. Karena yang lebih penting adalah bagaimana proses membaca dilakukan. Sangat banyak hal-hal yang harus dibaca. Supaya proses membaca menjadi efektif dan bermanfaat, Allah ajarkan adalah bagaimana kita membaca. Karena itu secara gamblang Allah jelaskan how to-nya: “Bacalah dengan nama Sang Pencipta.” Proses membaca yang bermanfaat yang mendorong pada keimanan kepada Sang Pencipta. Kegiatan membaca yang efektif adalah membaca yang dimulai dengan keberkahan iman kepada Allah. Allah yang menciptakan manusia. Allah merupakan sumber ilmu. Allah yang dengan murah hati memberikan karunia-Nya kepada hamba-Nya.

Bahan bacaan yang paling baik adalah al-Qur’an. Kualitas bahan bacaan selalu ditentukan oleh kualitas sumbernya. Membaca tulisan yang dikarang seorang pakar di bidangnya tentu jauh bermanfaat dibandingkan tulisan yang dikarang oleh orang awam. Lalu bagaimana dengan bahan bacaan yang berasal dari Sang Pencipta Langit dan Bumi?

Allah sudah mengaturnya... Pasrahkan saja... ???




Rezeki memang sudah ada yang mengaturnya, yaitu Allah... bahkan seluruh kehidupan kita, baik itu rezeki, jodoh, hidup dan mati kita, semenjak ruh ditiupkan pada usia 4 bulan di dalam kandungan sampai kita mati, juga sudah diatur oleh Allah di dalam lauful mahfudz.

Tapi semuanya itu tidak ujug-ujug turun, ada asbabnya. mau dapet rezeki banyak, ya harus ikhtiar lebih keras, bukan tidur di rumah tanpa ada upaya. kalau kita beranggapan bahwa rezeki sudah diatur, lantas kita tidak berbuat apa-apa, itu salah.

Itu seperti kaum jabariyyah yang mengatakan bahwa Allah yang berkehendak penuh terhadap takdir manusia, manusia tidak memiliki kehendak sama sekali. Seperti boneka yang digerakkan tuannya. zina nya manusia bukan karena manusia mau berzina, tapi karena Allah yang mau kita berzina, bermaksiatnya manusia bukan karena manusia mau bermaksiat, tapi karena Allah yang berkehendak manusia untuk bermaksiat. ini salah...

Ada lagi lawannya, yaitu paham qadariah, mereka mengatakan bahwa manusia memiliki kehendak penuh terhadap takdir dan kehidupan manusia, sedangkan Allah hanya bertugas menciptakan manusia saja. Allah itu ibarat tukang jam, dan manusia itu jam nya, manusia berjalan sendiri dalam takdirnya tanpa ada campur tangan Allah di dalamnya. Suksesnya manusia karena usahanya, bukan karena Allah. Miskin dan kayanya manusia juga karena manusia sendiri dengan usahanya, bukan karena Allah. begitu katanya... ini juga salah...

Dalam ahlu sunnah, Allah menciptakan takdir untuk Manusia, tapi manusia memiliki kehendak dan ikhtiar untuk memilih takdirnya. Sebab itu kita diperintahkan belajar supaya kita mengetahui apa yang tidak kita ketahui, kita diperintahkan mencari rizki yang halalan thayyiban supaya kita dapat memenuhi kebutuhan kita, serta tidak meninggalkan keluarga dan keturunan dalam kemiskinan.

Bedakan antara pasrah dan tawakkal. pasrah dekat dengan putus asa terhadap takdir, tidak melakukan apa-apa untuk mengubahnya. Tawakkal itu diawali dengan ikhtiar yang totalitas untuk menjemput takdir, lalu memberikan keputusannya kepada Allah terhadap hasilnya.

Ikhtiar juga bukan sembarang ikhtiar, lakukan ikhtiar yang baik. Ikhtiar yang tidak melanggar syari'atnya, yang dapat mendatangkan keridhaan dari Allah subhanallahu wa ta'ala. Bukan ikhtiar yang malah menjerumuskan kita dalam kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah subhanallahu wa ta'ala. misalnya, ingin kaya, kemudian datang ke dukun supaya dilancarkan rezekinya, lah ini juga salah... kalau tuh dukun bisa lancarin rezeki orang, mendingan dia lancarin rezeki dia sendiri dan jadi orang terkaya di dunia kan?

Lakuin hal hal yang dapat mendatangkan rahmat dan keridhaan Allah terhadap ikhtiar kita, sehingga akan totalitas yang akan kita dapatkan. Misal ketika diberikan rezeki oleh Allah Rp 10.000 dari total kebutuhan Rp 1.000.000, jangan marah sama Allah, syukuri... kemudian instropeksi, mungkin ada yang salah ketika kita berikhtiar, mungkin kita tidak melibatkan Allah dalam ikhtiar-ikhtiar kita... setelah dapat hasil instropeksinya, lalu eksekusi dengan ikhtiar yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

wallahu a'lam...

Cara Membuat Layout Potrait dan Landscape dalam Satu File Di Microsoft Word

Pada saat membuat sebuah karya tulis ataupun laporan , biasanya akan dihadapkan pada data yang harus dibuat dengan format landscape dan potrait dalam satu dokumen. Dalam microsoft word pada saat mengatur page layout lembar kerja, saat membuat menjadi landscape maka secara otomatis semua halaman akan berubah menjadi landscape. Begitu juga sebaliknya, saat mengatur dengan format portrait maka secara otomatis semua halaman akan berubah menjadi portrait.

Pertanyaanya? bagaimana mengatur agar page layout portrait dan landscape bisa menjadi satu dalam satu file?

Untuk membuat page layout landscape dan portrait dalam satu file, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Letakkan kursor mouse pada halaman pertama dimana halaman berikutnya adalah halaman yang akan di rubah menjadi landscape.

2. Selanjutnya pilih menu page layout pada menu bar di microsoft word dan pilihlah "Break"

3. Saat meng-klik "Break", maka akan muncul banyak pilihan, pada bagian Section Break pilih "Next Page".



4. Maka akan muncul halaman baru yang berada dibawah halaman sebelumnya.

5. Letakan kursor pada halaman tersebut pilih "Orientation", dan pilih "Landscape". Nah sekarang dokumen anda halaman 1ber-layout Portrait dan halaman 2 dan seterusnya Landscape.



6. Untuk merubah halaman kembali ke semula, kita harus kembali ke langkah awal.

Kategori

Kategori